Nori Astiana
Life To Serving The Community
 
 
Marhaban ya Ramadhan
Posted on August 11th, 2010 at 7:43 pm by noria09
SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA


Selamat menunaikan ibadah puasa
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1431 H
Matahari berdzikir, angin bertasbih dan pepohonan memuji keagungan-Mu.Semua menyambut datangnya Seribu Bulan.
Ijinkan kedua tangan bersimpuh maaf untuk lisan yg tak terjaga janji yg terabaikan, hati yang slalu berprasangka & sikap yang pernah menyakitkan.
Selamat datang Ramadhan, Selamat beribadah puasa.

Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

KETAHANAN PANGAN BUKAN SEKEDAR PERSOALAN PERTANIAN TETAPI SOAL HIDUP ATAU MATI
Posted on August 10th, 2010 at 10:07 pm by noria09

Istilah pangan sebagai soal hidup atau mati ini bukanlah istilah baru.Istilah yang saya ambil dari pidato Presiden Soekarno pada peletakkan batupertama pembangunan Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor pada tahun1952, lebih dari 55 tahun yang lalu. Pada era Presiden Soeharto, istilahswasembada pangan menggantikan istilah berdikari, dan dunia sepakat bahwaIndonesia pernah mencapai status swasembada beras pada tahun 1984, atausekitar 20 tahun setelah tahun 1965. Isu pangan sebagai soal hidup atau mati,atau isu swasembada atau berdikari, saya pikir perlu kita angkat lagi kepercaturan ekonomi-politik globalisasi yang kita hadapi.

Saya angkat lagi isu swasembada atau berdikari ini sebagai isu sentralmengingat semua negara maju juga dicirikan oleh swasembada mereka dibidang pemenuhan pangan pokoknya. Bahkan sudah menjadi pengetahuan danpraktek umum bahwa gandum, beras atau gula serta jenis pangan pokok lainnyayang masuk ke pasar dunia adalah kelebihan produksi atau stok yang ada disetiap negara, sehingga pasarnya dinamakan residual market.

Hal inimenunjukkan berlakunya hukum atau dalil yang kiranya menyatakan bahwasuatu negara besar akan selamat dari berbagai kekacauan dan kemunduranapabila negara yang bersangkutan mampu menjamin ketahanan panganpendudukunya secara baik.

Saya menyadari sepenuhnya bahwa saat ini saya berhadapan muka,bertemu pikiran, dan berikatan tali batin dengan kaum cerdik-cendekia, kaumterpelajar dan para pemimpin arif-bijaksana yang memusatkan seluruh perhatiandan kemampuan untuk menyelesaikan satu aspek kehidupan yang sudah ribuantahun lamanya, yaitu persoalan ketahanan pangan. Hadirin sekalian tentu pulamemiliki kekayaan akal-budi di bidang pangan atau di bidang lain yang berkaitanlangsung dengan pangan, yang melebihi apa yang telah saya miliki. Oleh karenaitu pula, saya berdiri di sini bukan sebagai pihak yang akan mengajari Bapak danIbu serta Saudara sekalian, tetapi mudah-mudahan melalui kesempatan ini, ilmudan kemampuan saya akan meningkat karena kebaikan hati dan kebijaksanaanBapak, Ibu dan Saudara-saudara sekalian

http://www.scribd.com/doc/8254085/KETAHANAN-PANGAN-BUKAN-SEKEDAR-PERSOALAN-PERTANIAN-TETAPI-SOAL-HIDUP-ATAU-MATI